Minggu, 23 Mei 2021

SAPTO DARMO

VISI DAN MISI AJARAN KEROKHANIAN SAPTA DARMA. + Menyempurnakan pengabdian kepada Hyang Maha Kuwasa dan pada sesama umat manusia. + Membentuk Kasatria Utama yang berbudi luhur, berkepribadian dan berkewaspadaan yang tinggi. + Dapat Memahayu-hayuning Bagya Bawana (Bawana Gung dan Bawana alit). + Ana ngendi bae marang sapa wae Warga Sapta Darma kudu Suminar Pindha Baskara. Tanda dan ciri manusia yang bisa memayu-hayuning bagya bawana adalah Manusia yang telah memiliki sifat serta watak Satria Utama yang Hambeg Budi Luhur. Sifat dan watak Satria Utama Hambeg Budi Luhur antara lain : 1. Memiliki kemauan untuk melaksanakan dan menghayati 'SUJUD' dengan rutin (ajeg bahasa Jawa) sehingga dapat tercapai nikmatnya sujud atau Emating Sujud yang dilandasi kesadaran, keiklasan, dan dilaksanakan setiap hari. 2. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk menghayati dan dapat mengamalkan Wewarah Tujuh secara utuh, murni dan dengan penuh keiklasan, sebagai kewajiban suci yang harus didarmakan dalam kehidupan sehari-hari dimanapun berada dan dalam keadaan apapun yang terjadi dengan tanggung jawab. Sebagai wujud nyata manusia berwatak Satria Utama yang berbudi luhur. 3. Memiliki sikap/watak dan perilaku : RELA, IKLAS, JUJUR DAN ADIL dalam berdarma berdasarkan rasa setya tuhu pada ALLAH HYANG MAHA KUWASA yang terurai dalam lima sifat Allah : Maha Agung, Maha Rokhim, Maha Adil, Maha Wasesa dan Maha Langgeng dengan dasar pengertian secukupnya (buku wewarah Sapta Darma). 4. Dalam mengemban kewajiban luhur melaksanakan kehidupan bermasyarakat bermodalkan SUJUD yang dibimbing oleh rasa hidupnya, mengingat dengan Sujud akan dapat terbentuk kepribadian yang berbudi pakarti luhur. 5. Untuk mencapai manusia yang berwatak Satria Utama diperlukan landasan/dasar (Modal dasar) K.5 yaitu Kemauan, Kemampuan, Kaya Darma, Kejujuran dan Keiklasan. 1. KEMAUAN adalah keinginan/niat yang timbul dari kesadaran diri sendiri dalam berdaya upaya mencapai nafsu, budi dan pakerti yang luhur sehingga dapat bermanfaat dalam hidupnya. 2. KEMAMPUAN adalah kemampuan diri pribadi yang dilandasi rasa kesadaran atas keterbatasan/kekurangan yang dimilikinya, sehingga dapat menempatkan diri (weruh empan papan) dalam rangka mencapai laku budi luhur, serta senantiasa rela membuka diri dengan penuh keiklasan untuk saling Asah, Asih dan Asuh. 3. KEJUJURAN adalah sifat pengakuan diri sendiri (intern/ekstern) secara sadar, tentang apa yang ada dalam dirinya, apa yang diketahuinya, apa yang perlu dilakukannya, serta dapat menyampaikan/mendarmakan apa adanya dengan iklas, santun dan bijaksana didalam menghadapi permasalahan hidup dan kehidupan bermasyarakat dijalankan dengan penuh tanggung jawab. 4. KAYA DARMA adalah melakukan/memperbanyak suatu perbuatan/perilaku yang baik dan suci dan dapat bermanfaat kepada sesama umat maupun lingkungannya sehingga dapat mencapai perkembangan yang sempurna serta bermanfaat dalam hidup dan kehidupan manusia. Utamanya berdarmanya nafsu, budi dan pakerti yang luhur untuk mencapai kesempurnaan hidupnya. 5. KEIKLASAN adalah tingkat kesadaran yang mulia, tanpa pamrih apapun yang dapat didarmakan dalam hidupnya semata-mata atas kehendak Allah Hyang Maha Kuwasa. Sehingga untuk mencapai lelaku budi luhur sebagai manusia yang berwatak Satria Utama dituntut bertindak /berperilaku kebajikan tanpa mengharapkan suatu imbalan apapun. Apa yang diperbuat maupun yang diperoleh dilandasi dengan rasa tanggung jawab yang tinggi dan senantiasa dapat menentramkan dirinya maupun lingkungannya demi memuliakan Allah Hyang Maha Kuwasa. Modal dasar K-5 tersebut merupakan modal dasar dalam mencapai tingkat kesempurnaan manembah kepada Sang Pencipra Alam semesta (Tuhan YME). Namun sebenarnya K-5 itu dapat melandasi disegala aspek hidup dan kehidupan (Rokhani dan Jasmani) dalam mengarungi hidup di dunia ini, sehingga dapat mempercepat tercapainya kebahagiaan lahir batin dan dapat MEMAHAYU HAYUNING BAGYA BAWANA, Bawana Agung dan Bawana Alit.